12.2 C
Manchester
11 April 2024
Image default
Nasional

Jika Jakarta PSBB Total Lagi, Akan Ada Saham yang Suram

SABISNIS.COM, Jakarta – Pasar modal diperkirakan akan bereaksi negatif imbas dari penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyeluruh untuk yang kedua kalinya.

Chief of Marketing Jarvis Asset Management, Kartika Sutandi memperkirakan pasar saham bisa turun dan beberapa saham diperkirakan memerah, di antaranya emiten perbankan, ritel, hingga jalan tol.

“Yang pertama bank, NPL pasti naik. Retail pasti terkena imbas. Jalan tol, Jasamarga sepi lagi,” katanya di Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Meski ada beberapa saham yang turun, namun dia menyebut ada beberapa saham yang tahan banting. Di antaranya adalah saham-saham yang berhubungan dengan kebutuhan sehari-hari seperti Unilever hingga perusahaan farmasi.

“Yang selamat juga itu Telkom kemudian perusahaan menara telekomunikasi,” tegasnya.

Selanjutnya, menanggapi hal ini Ekonom Trimegah Sekuritas, Fakhrul Fulvian menyebut bahwa bisa dipastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia negatif. “W Shaped recovery, sudah confirm resesi Indonesia,” ujarnya singkat.

Senada dengan Fakhrul, Head of Equity Capital Market PT samuel International, Harry Su juga menuturkan hal yang sama. Dia menyebut ekonomi Indonesia akan mengalami penurunan.

“Tentu nya kondisi ekonomi dan market akan turun, Tapi jika tidak, Covid-19 juga akan memaksa ekonomi untuk melambat,” tegasnya.

Informasi saja, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memberlakukan PSSB mulai 14 September 2020 dan akan menutup kegiatan perkantoran. Hal itu setelah melihat perkembangan kasus covid-19 DKI Jakarta dan dukungan fasilitas rumah sakit yang sudah dianggap darurat.

“Dalam rapat disimpulkan bahwa kita akan menarik rem darurat yang itu artinya kita terpaksa kembali menerapkan PSBB seperti pada masa awal pandemi dulu.
Bukan lagi PSBB transisi tapi kita harus melakukan PSBB sebagaimana masa awal dulu,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Dia mengatakan bila tak ada kebijakan darurat di Jakarta, maka efeknya akan menyebabkan kematian karena Covid-19 akan tinggi di Jakarta. (Dari Berabagai Sumber)

Related posts

Marco: Perkembangan Pesat di Pasar Modal Karena Kemudahan Akses Informasi Seputar Pasar Modal

asep

EDUCATION FAIR SMAN 2 GUNUNG PUTRI

Tim Redaksi www.sabisnis.com

Luar Biasa, Penjualan Mobil Astra (ASII) pada Agustus Naik 65 Persen

asep

Leave a Comment