11 C
Manchester
20 January 2021
Image default
Komunitas

Fajrin: Asia Charts Indonesia Mempercepat Pertumbuhan Jumlah Investor Lokal dan Emiten di Pasar Modal Indonesia

Goal Asia Charts Indonesia, membantu Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menjadikan masyarakat Indonesia sebagai tuan rumah di negerinya sendiri, yaitu dengan memperbanyak jumlah investor lokal agar dapat menjadi pemilik mayoritas di BEI dan meningkatkan jumlah Emiten (perusahaan tercatat) untuk mendapatkan benefit dari hebatnya pasar modal Indonesia.

SABISNIS.COM, Jakarta – Muhammad Fajrin Syukron, biasa di panggil Fajrin, sosok muda pemegang lisensi Asia Charts di Indonesia. Asia Charts adalah lembaga edukasi keuangan yang berpusat di Singapura, saat ini Asia Charts telah berada di 7 (tujuh) negara di Asia. Asia Charts dirintis sejak tahun 1996 oleh kumpulan para trader professional dan berdiri sebagai lembaga resmi pada tahun 2006. Di Undonesia sendiri Asia Charts telah hadir sejak tahun 2011.

Fajrin yang sekaligus menjabat sebagai CEO Asia Charts Undonesia mengatakan, bahwa Asia Charts in imemiliki keilmuan dalam hal transaksi di bidang finansial seperti pasar modal, pasar uang dan pasar komoditas. Namun, Asia Charts Indonesia betul-betul memfokuskan untuk mengembangkan industri pasar modal melalui BEI. Tujuannya adalah, untuk mensupport BEI agar lebih banyak masyarakat yang mendapatkan sentuhan edukasi dan berefek pada perkembangan jumlah dan kualitas investor lokal di pasar modal. Selain itu Asia Charts juga berperan aktif dalam membantu perusahaan-perusahaandi Indonesia untuk menyelenggarakan kegiatan GoPublic.

Asia Charts Indonesia bekerjasama dengan BEI dalam melakukan edukasi yang tanpa henti secara bersama-sama. “kami secara intens berhubungan dengan BEI, dan melakukan update perkembangan pertumbuhan investor serta kegiatan-kegiatan yang telah diadakan khususnya kepada Direktur Pengembangan BEI. Dengan semangat untuk saling bersinergi menjadikan BEI sebagai wadah yang menyejahterakan bagi masayakat Indonesia, kami berkomitmen untuk melakukan berbagai strategi dalam melakukan penetrasi kepada masyarakat agar pasar modal Indonesia dapat berkembang dengan lebih cepat dan memiliki efek yang menyejahterakan khususnya melalui Asia Charts dan komunitas-komunitas binaannya,”ucap Fajrin.

Selain itu, dikatakan Fajrin, bahwa Asia Charts di Indonesia ini berpartner dengan berbagai sekuritas, namun secara khusus memiliki kerjasama dengan MNC Sekuritas. MNC Sekuritas menjadi partner utama Asia Charts di Indonesia. Dimana saat ini kami memiliki komunitas binaan bersama-sama.

Dalam bekerjasama dengan MNC Sekuritas, kami memiliki komunitas yang bernama GEMSIN Asia Charts. GEMESIN sendiri adalah singkatan dari Gemar Menabung Saham Indonesia, dibuat dengan nama yang cenderung ke-milenial-an agar lebih banyak lagi masyarakat golongan muda yang tertarik untuk belajar cara berinvestasi sejak dini.

“Komunitas ini di support oleh MNC Sekuritas dan diasuh langsung oleh Asia Charts, sehingga diberi nama Gemesin Asia Charts, kami biasa menyebutnya dengan nama GAC”.

MNC Sekuritas sendiri merupakan salah satu lini bisnis dari MNC Group, yang merupakan grup media terbesar se-Asia Tenggara. Sementara itu, Asia Charts sendiri telah mendapat banyak penghargaan, di antaranya pada tahun 2012 sebagai Lembaga Edukasi Keuangan Terbaik se-Asia Pasifik dari APEA (Asia Pacific Enterprice Award). “Tentu menjadi yang terbaik se-Asia Pasifik ini tidak mudah, karena menjadi yang terbaik di sebuah negara pun bukan perkara ringan. Namun, dikarenakan literasi investasi yang masih minim ditengah masyarakat, Asia Charts masih memiliki pekerjaan rumah agar corporate branding yang ada dapat terdeliver kepada masyarakat yang lebih luas agar dapat dikenal, dan lebih banyak bermanfaat bagi masyarakat,”ujarFarjin.

Sebagai investor, masyarakat berportensi mendapatkan beberapa manfaat dari adanya pasar modal, yaitu Capital Gain (selisih keuntungan beli dan jual), Deviden (bagi hasil keuntungan perusahaan) dan menjadi bagian dari RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), yang cukup memprihatinkan adalah kondisi dimana penetrasi dan jumlah investor lokal masih sangat minim di BEI. “Per Agustus 2020 ini, dari 268 juta penduduk Indonesia tercatat baru 1,3 juta saja masyarakat Indonesia yang masuk ke dalam pasar modal sebagai investor di dalamnya, jumlah tersebut hanya mencerminkan porsi sebesar 0,4% dari total jumlah populasi yang ada”. Jadi, masih sangat-sangat sedikit, dan pemilik mayoritas dari BEI kita adalah investor asing. “Padahal, dalam 10 tahun terakhir BEI kita adalah Bursa dengan kinerja terbaik se-dunia, namun sangat di sayangkan bahwa mayoritas penikmat benefit dari hebatnya BEI kita adalah investor asing. Seperti kita ketahui bersama bahwa di perusahaan-perusahaan lokal yang sudah GoPublic, banyak kita jumpai para pekerjanya adalah orang Indonesia, dari jajaran komisaris, direksi, hingga golongan pekerja terbawah, tapi saat perusahaan-perusahaan tersebut memiliki keuntungan, keuntungan tersebut harus terdistribusi keluar negeri berupa deviden, mayoritas devidennya diterima Investor asing bukan investor lokal. Maka dari itu, melalui Asia Charts ini kami ingin menjadikan masyarakat Indonesia sebagai tuan rumah di negerinya sendiri di Bursa Efek yang kita miliki. Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri ini menjadi tagline kami yang kadang terdengar cukup provokatif, namun tujuannya untuk membangun jiwa nasionalisme masyarakat Indonesia, agar dapat mulai menjadi pemain bukan hanya penonton,”jelas Fajrin.

Lebih lanjut dikatakan Fajrin, “BEI kita didirikan tahun 1912 sejak zaman Belanda, sampai dengan saat ini sudah 108 tahun. Tapi, baru menghasilkan investor lokal yang masih minim. Hal ini terjadi karena masyarakat Indonesia masih memiliki begitu banyak perspektif negatif jika mendengar tentang pasar modal, Ketika rekan-rekan dari BEI menginformasikan masyrakat tentang saham, sangat sering ditemui respon yang negatif. sehingga, sebelum edukasi tentang pasar modal tersampaikan, terjadi mental blocking yang berakibat munculnya hambatan tercapainya penerimaan edukasi yang utuh ditengah masyarakat.

Kenapa edukasi tentang dunia pasar modal sangat penting, karena orang-orang terkaya di Indonesia bahkan dunia menjadikan pasar modal sebagai kendaraan dalam meningkatkan kekayaannya.“Mereka sangat erat hubungannya dengan pasar modal. rasanya sangat perlu belajar dari orang-orang yang sudah sukses seperti mereka dan menerapkan polanya dalam kehidupan kita”. Menurut Fajrin, banyak dari mereka memulai kehidupan dengan sangat sederhana, beberapa dari mereka memulai sebagai investor retail, beberapa yang lainnya memulai sebagai pendiri/ pemilik dari perusahaan GoPublic. “Sangat baik jika kita bisa mendirikan suatu perusahaan yang besar dan dapat melebarkan sayap dengan bertransformasi sebagai perusahaan GoPublic, namun masyarakat juga bisa memulai dengan menjadi bagian dari perusahaan besar sebagai investor melalui kepemilikan saham di dalamnya, bisa di mulai dengan 1 lot (100 lembar saham). Mengoleksi saham-saham berfundamental bagus dengan mengedepankan keilmuan, kesabaran dan kedisiplinan secara konsisten dan presisten, sehingga kita memilki potensi menjadi lebih besar dan sejahtera di masa depan. Ilmu tentang pasar modal ini adalah ilmunya orang-orang kaya, jadi jangan ragu untuk mempelajarinya secara mendalam,”ucap Fajrin.

Selain itu, edukasi jika hanya dilakukan oleh BEI seperti yang sudah berjalan selama ini, maka pertumbuhannya akan tidak jauh dengan kondisi-kondisi sebelumnya. Untuk itu, melalui komunitas, literasi dan edukasi dapat jauh lebih smooth karena yang menyampaikan informasi adalah orang-orang terdekat / keluarga sendiri, “akan sangat berbeda kalau yang ngomong itu adik, kakak, ibu, bapak, suami, isteri, atau teman kita, karena tingkat penolakan diawal dalam pemberian edukasi akan jauh lebih kecil, minimum mereka akan mau mendengarkan dulu, dan kemungkinan untuk mereka menerima dan paham menjadi lebih besar. “Dengan cara itulah kita bisa mempercepat pertumbuhan jumlah investor di BEI, dan hal ini sejalan dengan tujuan Asia Charts Indonesia, yaitu memperbanyak jumlah investor lokal, selanjutnya kualitas keilmuan yang lebih dalam bisa mereka dapatkan saat mengikuti edukasi langsung dari Asia Charts maupun komunitas binaannya,”jelas Fajrin.

“Jalur aksi dari Asia Charts Indonesia sendiri ada 2 (dua), yaitu retail dan korporasi. Jalur retail dilakukan melalui edukasi berdasarkan keilmuan yang Asia Charts miliki kepada para student maupun kepada member komunitas binaan. Kami memiliki tagline Trade with The Right Skill (bertransaksi dengan kemampuan yang baik dan benar), kami percaya bahwa keilmuan adalah pembeda antara trader / investor yang profit secara konsisten dengan yang sebaliknya. Tanpa henti kami memberikan edukasi setiap minggunya agar para pembelajar ilmu Asia Charts dapat memiliki portfolio yang menghasilkan profit secara konsisten”. Dengan metode pembelajaran yang telah di sederhanakan sedemikian rupa, para student Asia Charts dan member komunitas binaan dapat mempelajarinya dengan metode yang terstruktur dan mudah di mengerti.

Kedua adalah jalur korporasi, “Asia Charts membantu perusahan-perusahaan lokal yang sudah cukup layak, memiliki prospektif yang bagus, namun memiliki kendala pada akses, literasi dan pengetahuan, network, atau pun pembiayaan serta investor untuk menuju GoPublic” terang Fajrin.

Menurutnya, GoPublic adalah kegiatan penawaran saham yang dilakukan oleh perusahaan kepada masyarakat (publik). Dengan menawarkan saham kepada publik, maka perusahaan tersebut akan tercatat di BEI menjadi perusahaan publik / terbuka. “Dengan GoPublic, sebuah perusahaan akan memiliki benefit yang sangat besar dalam membantu pengembangan usahanya agar menjadi perusahaan yang jauh lebih besar di masa depan dan memberikan kontribusi yang lebih tinggi bagi kekuatan ekonomi negara kita”. Sehingga peningkatan jumlah investor maupun jumlah emiten (perusahaan tercatat) di BEI menjadi fokus utama Asia Charts dalam berkegiatan sehari-hari.“Jadi perusahaan-perusahaan lokal yang memiliki kondisi yang layak di bantu untuk GoPublic, akan kami lengkapi untuk mendapatkan seluruh fasilitas, instrument, dan pihak-pihak terkait dalam rangka merealisasikan perusahaan tersebut menjadi perusahaan GoPublic dan tercatat sebagai emiten di BEI. Mereka cukup memberikan informasi, dokumen, data dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan upaya yang diperlukan untuk bisa melakukan IPO (Initial Public Offering / penawaran saham per dana), kegiatan ini adalah gerbang bagi suatu perusahaan untuk melebarkan sayapnya menjadi perusahaan GoPublic,” terang Fajrin.

Fajrin mengakhiri dengan berpesan, penting bagi kita sebagai bangsa Indonesia untuk meningkatkan pemahaman dan keilmuan dalam berinvestasi yang dapat menjadikan kita sebagai bangsa yang jauh lebih sejahtera di masa mendatang.

Mengingat Bursa Efek adalah salah satu indikator utama dalam menilai kondisi keuangan suatu negara, maka akan sangat menggembirakan jika kita saling bahu membahu menjadikan diri kita maupun orang-orang terdekat kita untuk bisa menjadi bagian dan membantu BEI menjadi Bursa dengan investor lokal sebagai pemilik mayoritas di dalamnya dan bersama-sama mendapatkan benefit yang besar dari hebatnya Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bagi para pembaca yang merasa perlu untuk mempelajari lebih dalam mengenai keilmuan mengenai tata cara berinvestasi yang benar dalam menghasilkan profit konsisten, maupun bagi pemangku kepentingan di sebuah perusahaan yang menginginkan terjadinya percepatan pertumbuhan perusahaan melalui segudang manfaat dari GoPublic. Silahkan menghubungi Hotline Asia Charts di +62-896-3727-1945/ +62-822-1999-1058. (Asep Erwin)

Related posts

Forum Lintas Nusantara (FLN) Bagi-Bagikan Masker

asep

Peran Komunitas Pelaku Usaha Saat Pandemi COVID-19

asep

Ajeng : Melalui Komunitas GAC, Kita Bisa Berinvestasi yang Aman, Menguntungkan, Simple dan Praktis (Hanya Melalui HandPhone)

asep

Leave a Comment