0.9 C
Manchester
23 January 2021
Image default
Emiten

Kinerja Penjualan Sariguna Primatirta (CLEO) Tumbuh tipis 0,40% di Semester I 2020

SABISNIS.COM, Jakarta – Dikutip dari KONTAN.CO.ID bahwa PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) mencatatkan pertumbuhan mini pada sisi kinerja penjualan di enam bulan pertama tahun ini. Sepanjang Januari – Juni 2020 lalu, penjualan bersih perusahaan tercatat sebesar Rp 493,94 miliar atau naik tipis 0,40% dibanding realisasi periode sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan mini yang didapat pada sisi penjualan bersih didorong oleh kenaikan penjualan pada segmen botol dan lain-lain di semester I 2020.

Melansir laporan keuangan perusahaan, penjualan segmen botol naik 0,70% secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp 200,58 miliar, sedang penjualan segmen lain-lain melesat 83,43% yoy menjadi Rp 16,97 miliar. Sementara itu, penjualan segmen bukan botol tercatat turun 2,52%yoy menjadi Rp 276,38 miliar di semester I 2020.

Direktur Penjualan dan Distribusi PT Sariguna Primatirta Tbk Toto Sucartono mengungkapkan, penjualan kepada pelanggan maskapai penerbangan di sektor horeka merosot akibat aktivitas penerbangan yang tersendat menjelang pada semester I 2020 lalu.

Demikian pula dengan segmen pasar modern, penjualan AMDK ke supermarket, khususnya yang terintegrasi dengan pusat perbelanjaan ikut menyusut.

Sebenarnya, penurunan penjualan ke kedua segmen pasar tersebut sudah coba diimbangi dengan penjualan ke segmen pasar umum atau general trade (GT), hanya saja upaya tersebut belum mampu mendorong realisasi pertumbuhan penjualan yang terlalu besar.

“Kalau hanya mengandalkan 1 saluran penjualan saja di masa pandemi bisa berbahaya,” kata Toto dalam paparan publik yang dihelat secara virtual, Kamis (30/7).

Di tengah pasar yang melesu, CLEO berupaya menekan biaya produksi dengan melakukan upaya efisiensi. Upaya ini membuahkan hasil.

Beban pokok penjualan CLEO turun 12,02% yoy menjadi Rp 280,60 miliar di semester I 2020.

Sebelumnya, beban pokok penjualan CLEO tercatat mencapai Rp 318,96 miliar pada semester I 2019.

Kendati demikian, pengeluaran CLEO pada sejumlah pos beban membengkak. Beban penjualan misalnya, tercatat naik 32,53% yoy menjadi Rp 73,92 miliar di semester I 2020.
Sebelumnya, beban penjualan CLEO hanya mencapai Rp 55,77 miliar di semester I 2019.

Kenaikan pengeluaran juga dijumpai pada pos beban umum dan administrasi serta beban keuangan. Melansir laporan keuangan perusahaan, beban umum dan administrasi naik 29,71% yoy dari semula Rp 25,69 miliar di semester I 2019 menjadi Rp 33,32 miliar pada semester I 2020 lalu.
Sementara itu, beban keuangan CLEO naik 245,29% yoy dari Rp 3,83 miliar di semester I 2019 menjadi Rp 13,25 miliar di semester I 2020.

Beruntung, CLEO masih mampu mencatatkan pertumbuhan mini pada sisi bottom line. Setelah penjualan bersih dikurangi beban pokok penjualan, beban penjualan, serta beban-beban lainnya, CLEO mengempit laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar Rp 64,70 miliar di semester I 2020.

Realisasi tersebut naik tipis ketimbang laba bersih semester I 2019 yang tercatat sebesar Rp 63,93 miliar.

“Pertumbuhan laba bersih didorong oleh penjualan produk-produk yang memberikan marjin lebih tinggi dan karena juga adanya efisiensi biaya produksi,” tambah Direktur Keuangan CLEO Lukas Setio Wongso pada acara yang sama.

Per 30 Juni 2020 lalu, aset CLEO tercatat sebesar Rp 1,33 triliun.

Angka tersebut terdiri dari ekuitas sebesar Rp 828,29 miliar dan liabilitas sebesar Rp 511,40 miliar. Sementara itu, kas dan bank akhir tahun CLEO tercatat sebesar Rp 18 miliar per 30 Juni 2020. Angka tersebut naik 163,16% dibanding kas dan bank awal tahun tahun buku 2020 yang tercatat sebesar Rp 6,84 miliar. (*)

Related posts

Saham Farmasi Babak Belur

asep

Waskita Karya (WSKT) Melakukan Pembayaran Bunga Obligasi Rp 1,181 Miliar

asep

Ini Jadwal Lengkap 11 Emiten yang Siap Mengguyur Dividen

asep

Leave a Comment