
Keterangan Gambar : Raja Bonaran Situmeang S.H., M.Hum., tersandung Kasus Suap MK-RI di KPK-RI. Kilometer 0 Peradaban Islam Nusantara dan Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi dan Demak MP Panjaitan/Pance
Tapteng, Sabisnis.com – Untuk diketahui Titik Nol di Barus Ikon situs sejarah Agama Islam Nusantara diresmikan Presiden RI ke- 7 Ir. Joko Widodo atau Jokowi Jum’at (24/03/2017) yang diprakarsai Bupati Tapteng Raja Bonaran Situmeang S.H., M.Hum. begini ceritanya.
Dua bulan setelah Bonar jadi Bupati Tapteng menugaskan empat orang Wartawan untuk mengambil situs di Tapteng.
Ke- empat Wartawan
- Demak MP Panjaitan/Pance. Wartawan Majalah Mingguan FORUM Keadilan
- Helman Tambunan S.H., .(SiB) Sekarang Komisioner KPUD Tapteng.
- Anggiat Tambunan. Harian Umum Perjuangan.
- Alm. Pablo Simatupang. Kontributor TV RCTI.
Empat Wartawan dibagi empat Dapil mulai dari Dapil , I, II, III, IV. dan dibiayai Bonaran secara pribadi. Yang dihasilkan oleh ke- 4 Wartawan itu godok di Dinas Parawisata Tapteng dan di buat jadi Proposal di tujukan kepada Istana Presiden.
Proposal melalui akses atau ling Syekh Ali Akbar Marbun seorang Ulama dan Tokoh Nahdlatul Ulama di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang juga merupakan Anggota Pengurus Harian Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Masa Khidmat 2015–2020.
Ali Akbar juga mendirikan dan memimpin Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar di Kota Medan.
Ali Akbar, juga saksi penghibahan tanah untuk mendukung Program Tapteng Negeri Wisata Sejuta Pesona oleh Keluarga Amian Marpaung yang sekarang Anggota DPRD Tapteng di wilayah Situs Mahligai Barus di Kecamatan Barus Utara.
Begitu juga Keluarga Marga Simatupang menghibahkan tanah di Wilayah Papan Tinggi Barus yang menurut rencana Bupati Tapteng Masinton Pasaribu S.H., akan di bangun Eskalator pada Papan Tinggi alternatif Tangga 1.000.
Seperti di Tiongkok digunakan di gunung dan tempat wisata untuk memudahkan pengunjung naik ke puncak.
Demak MP Panjaitan/Pance dengan Raja Bonaran Situmeang adalah Friend or True Friend (Sahabat dan Menjadi Teman Sejati) dan bukan Tim Sukses (TS) mulai pasca kampanye.
Friend or True Friend Juga identik bagaikan persahabatan Abu Nawas dengan Khalifah Harun Al-Rasyid. (Abu Nawas dikenal dekat dengan Raja Harun Al-Rasyid yang kerap buat Raja tertawa terpingkal-pingkal) itulah Pance Bonaran.
Kendati kondisi sakit berat Pance. Berdoa kepada Tuhan, agar bisa bertemu dan bicara dengan Presiden memberitahukan seputar kasus Bonaran dan keberadaan Titik Nol yang akan di resmikan.
Pukul 11.00 Wib Jum’at (24/03/2017) Pance dengan tekad bulat untuk bertemu dan berangkat dari kediaman menuju Barus pasca peresmian Titik Nol. Namun paroh perjalanan terjadi lemas nyaris pingsan dan istirahat satu Jam dan lanjutkan perjalanan.
Di Barus di sekitaran Hotel Fansuri istirahat makan di Warung Kedai Nasi yang kebetulan disambut teman Rahmansyah Sibarani.
Usia Makan siang Jokowi di depan Rumah Makan depan Hotel Fansuri, Pance menyelinap masuk ikut barisan ke empat rombongan Presiden kendati sempat dapat teguran keras dari Paspampres menuju Lapangan HKBP di Desa Sihorbo Kecamatan Barus Utara. Presiden akan naik Helikopter.
Takdinanya Pance Keluar dari barisan rombongan karena Jacket tertinggal di Rumah Makan. Pupus harapan tidak bisa ketemu Presiden. Kendati demikian melanjutkan perjalanan ke Desa Sihorbo dengan perasaan lemas dan lesu.
Dibelakang kerumunan masyarakat yang menyaksikan keberangkatan Presiden naik Helikopter. Presiden memanggil ke arah Pance sampai kali kelima karena masyarakat saling menghunjuk siapa yang di panggil Presiden. Paspampres berlari dan meraih tangan Pance untuk dimaksud Presiden.
Dengan gembira seketika sakit tidak terasa dan Pance sempat bicara dengan Presiden seputar Titik Nol yang di prakarsai Bonaran yang terpenjara oleh KPK-RI. Bukan karena suap merugikan negara mohon bantuan hukum.
Hal itu terlihat Paspampres, sangat muka besar kepada Pance dan melarang bicara sembari merampas Handphone untuk di Poto berdua dengan Presiden.
Senyum Presiden tidak dapat diartikan oleh Pance. (Gawat Paspampres terasa ingin menelan bulat-bulat Pance bagaikan Kue onde-onde-red). Nasib berkata lain Laporan sia-sia. (Demak MP Panjaitan/Pance)