7.3 C
Manchester
27 October 2020
Image default
Pasar Modal

8 Peristiwa Dunia dan Nasional Memengaruhi Pasar di Pekan ke-5 September

SABISNIS.COM, Jakarta – Bursa Efek Indonesia menyatakan sepanjang pekan keempat atau periode 21–25 September 2020, pasar modal Indonesia bergerak secara fluktuatif dan ditutup di zona merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menurun 2,24 persen di level 4.945,79 dari level 5.059,22 pada pekan sebelumnya. Investor asing tercatat mencatatkan nilai jual bersih Rp829,6 miliar pada Jumat lalu, sedangkan sepanjang 2020 mencatatkan net sell Rp42,175 triliun.

Untuk pekan kelima September ini, Direktur Anugerah Mega Investama yang juga dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti, menyatakan setidaknya ada 8 peristiwa yang kemungkinan akan mempengaruhi pergerakan IHSG. Delapan peristiwa tersebut adalah :

1. Pasar keuangan dunia mendapatkan sentimen negatif dari perkembangan paket stimulus fiskal untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19.
Dikabarkan Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (AS) sedang menyiapkan rencana paket stimulus virus corona senilai US$2,2 triliun. Diharapkan paket ini bisa divoting pada pekan depan.

Paket ini menjadi sangat penting untuk membantu AS keluar dari resesi. Di tengah peningkatan kasus covid 19 dan rencana penguncian kembali membuat pemulihan ekonomi akan terganggu maka stimulus fiskal sangat di butuhkan. Pejabat Federal Reserve pekan lalu berbicara tentang pentingnya lebih banyak stimulus fiskal karena kebijakan moneter terbatas efektivitasnya dalam memulihkan perekonomian.

“Pernyataan ini menurunkan kredibilitas the Fed sendiri tetapi mendorong pemerintah dan parlemen segera meloloskan stimulus fiskal baru untuk mengatasi dampak Covid-19,” ungkap Hans dalam keterangannya.

2. Pasar keuangan menghadapi ketidakpastian politik AS menjelang pemilu di bulan November.
Dikabarkan Presiden AS, Donald Trump menolak berkomitmen untuk transfer kekuasaan secara damai jika dia kalah dalam pilpres. Hal ini membuat sangat mungkin hasil pemilu disengketakan. Hal ini memang di bantah Partai Republik tentang penolakan Trump untuk berkomitmen pada transfer kekuasaan secara damai bila Trump kalah dalam pemilu November.

Hal ini telah membuat indeks dolar AS mengalami penguatan dan memperlemah nilai tukar rupiah. Selain itu tensi politik yang memanas menjelang pemilu AS membuat sulit ditemukan titik temu pembahasan paket stimulus fiskal yang dinatikan pelaku pasar.

3. Data ekonomi AS cenderung bervariasi tetapi menunjukan tanda-tanda perlambatan pemulihan.
Klaim pengangguran yang berakhir 19 September tercatat 870.000 orang lebih banyak dari perkiraan ekonom di level 840.000 orang dan lebih tinggi dari pekan sebelumnya 866.000 orang. Sedangkan angka klaim pengangguran berlanjut menurun jadi 12,58 juta dari sebelumnya 12,74 juta tetapi lebih jelek dari konsensus pasar di level 12,3 juta.

Kedua angka ini di anggap mengecewakan dan mengindikasikan pemulihan ekonomi AS terhenti. Di sisi lain kongres belum mampu menelorkan paket stimulus fiskal baru untuk membantu pemulihan ekonomi akibat pandemik Covid-19.

4. Peningkatan kasus Covid-19 terjadi di banyak Negara.
Di AS terjadi peningkatan kasus di Midwest. Prancis dan Inggris mencatat rekor kasus baru infeksi Covid-19 secara harian pada kamis pekan lalu. Inggris melaporkan tambahan 1.252 kasus baru dalam sehari menjadi 6.178 kasus.

Timbul kekhawatiran gelombang kedua Covid-19 terjadi di beberapa negara Eropa telah mendorong beberapa negara seperti Inggris, Jerman dan Prancis melakukan pembatasan baru.

Pemerintah Spanyol merekomendasikan penerapan lockdown di kota Madrid setelah kasus melampaui 700.000 dan merupakan tertinggi di negara kawasan Eropa Barat. Rencana lockdown ditambah dukungan fiskal yang lebih sedikit serta likuditas yang berkurang akan membebani kinerja kuartal ke empat berbagai negara.

5. Pernyataan Chairman The Fed Chicago, Charles Evans soal pelonggaran kuantitatif lebih lanjut mungkin tidak memberikan dorongan tambahan untuk ekonomi AS.
Artinya belum ada tambahan stimulus moneter dari Bank Sentral AS untuk mendorong ekonomi keluar dari resesi. Charles juga mengisyaratkan bahwa mungkin saja The Fed menaikkan suku bunga sebelum inflasi mulai mencapai rata-rata 2 persen. Hal ini membuat arus dana balik ke AS dan membuat dolar cenderung naik dan membuat rupiah cenderung melemah.

6. Dana asing terus keluar dari Bursa Saham Indonesia.
Tercatat sudah 16 pekan asing terus melakukan penjualan, dan pekan ini tercatat net sell asing Rp2,17 triliun.

Selama 3 bulan terakhir asing tercatat melakukan penjualan Rp28,39 triliun dan bila di tarik secara year to date (YTD), dana asing keluar Rp58,42 triliun.

“Hal ini tentu tidak baik karena investor asing tercatat memiliki 49,95 persen saham non warkat atau scripless di Bursa Efek Indonesia berdasarkan catatan KSEI,” ujar Hans.

Terlihat investor lokal cukup kuat mengangkat indeks di tengah tekanan jual asing, tetapi tidak tahu sampai berapa lama. Salah satu faktor yang diperkirakan membuat dana asing keluar ialah penanganan Covid-19 yang lemah dan kasus baru yang terus naik.

Jumlah tes Covid-19 di Indonesia juga masih rendah hanya 11,560 orang per 1 juta populasi, jauh di bawah Filipina 32,672, apalagi AS yang mencapai 309,524. Ditambah dengan berita revisi UU Bank Indonesia yang berpotensi menghilangkan independensi Bank Sentral serta pengalihan pengawasan industri keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ke BI membuat dana asing deras keluar dari pasar keuangan Indonesia.

“Mengubah fondasi industri keuangan di tengah badai sangat berisiko merobohkan bangunan ekonomi Indonesia. Isu ini sudah dibantah tetapi berkontribusi pada pelemahan nilai tukar rupiah dan keluarnya dana asing dari pasar keuangan Indonesia beberapa pekan sebelumnya. Rupiah yang melemah di tambah keluarnya dana asing membuat IHSG sulit menguat signifikan,” ungkap Hans.

7. Jumat kemarin pasar saham menguat karena ada berita positif tentang perkembangan vaksin Covid-19.
Dikabarkan Kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Soumya Swaminathan mengatakan vaksin virus corona (Covid-19) buatan China telah terbukti berhasil dalam uji klinis. WHO akan memastikan vaksin tersebut dapat didistribusikan secara merata ke semua penjuru dunia. WHO percaya vaksin China adalah cara tercepat untuk mengakhiri pandemi dan mempercepat pemulihan ekonomi global.

Cuplikan berita ini beredar di China Global Television Network. Sebenarnya ini merupakan cuplikan pembicaraan Soumya Swaminathan pada media briefing on Covid 19 yang dipublikasikan WHO di Youtube. Pemotongan membuat seakan-akan uji klinis akhir vaksin corona baru dari China telah berhasil.

Sebenarnya pernyatan Soumya Swaminathan mengacu pada vaksin dari China telah memasuki uji tingkat lanjut atau fase 3.

8. Pasar saham Indonesia di akhir pekan menguat di dukung oleh klaim. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bahwa penerapan PSBB total jilid dua berhasil menekan angka kasus baru Covid-19.

Selain itu kabar vaksin perusahaan China yang berhasil menjadi tambahan sentimen positif. Kabar vaksin ini ternyata hanya cuplikan pernyataan pejabat WHO sebelumnya ketika vaksin asal China memasukai uji tahap lanjutan. Perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB jilid dua sampai Oktober menjadi sentimen negatif bagi pasar. Sebab biarpun PSBB ketat hanya di berlakukan di Ibu kota Jakarta, tetapi Jakarta punya kontribusi besar pada perekonomi Indonesia sehingga berpeluang menekan perekonomian Indonesia.

Tercatat terjadi kenaikan kasus Covid-19 baru yang beberapa kali menciptakan rekor. Kenaikan kasus di kontribusi oleh pegetesan yang semakin banyak dilakukan dan masyarakat Indonesia yang banyak tidak disiplin melakukan protokol kesehatan.

“Pasar saham terlihat dipengaruhi berita positif dan negatif. Kami perkirakan IHSG berpeluang menguat di awal pekan dan cenderung melemah di tengah sampai akhir pekan. IHSG bergerak dengan level support di level 4,820 sampai 4,754 dan resistance di level 4,978 sampai 5,187 dengan kecenderung melemah dalam sepekan ke depan,” Hans menjelaskan. (Asep dan Dari Berbagai Sumber)

Related posts

Saat Tepat Perbaiki Tata Kelola dan Pengawasan Pasar Modal RI

asep

Japfa Comfeed (JPFA) Akan Akuisisi So Good Food

asep

Sepekan Terakhir Saham BUMN Naik Signifikan

asep

Leave a Comment