
Sibolga, Sabisnis.com – Sebuah pantom yang sarat dengan muatan kayu loging sedang bongkar di dermaga pelabuhan Sibolga.
salah seorang oknum wartawan MNTV dan bongkar kasus Arsad Khair yang bermaksud hendak meliput kedermaga pelabuhan disebut sempat ribut dengan karyawan pelindo bernama Riski.
Dikatakan Arsad “Riski sempat mengusir saya dan mengatakan, keluar kau dari pelabuhan ini tidak ada hak mu meliput itu”, lantas dijawab wartawan tersebut, sebagai wartawan tupoksi saya ya meliput dan membuat berita, jawab wartawan tersebut menjawab kepada Riski.
Tidak lama kemudian datang dua orang sekuriti menghampiri saya dan menyarankan saya keluar dari area pelabuhan.
Tapi Riski tetap ngotot mengatakan, keluar kau dari sini tidak ada hak media, terus wartawan tersebut bertanya kepada Riski, kamu melarang media meliput disini atas perintah siapa?. atas perintah GM pelindo kata Riski.
Tidak lama berselang seorang oknum aparat menghampiri saya dengan sikap yang tidak bersahabat mengatakan, kau keluar dari pelabuhan ini, tidak ada hakmu meliput disini, dan saya jawab “bahwa meliput berita itu adalah tupoksi saya sebagai kontrol sosial” namun oknum tersebut tetap mengusir saya.
Oknum tersebut mengatakan ya sudah keluar kau, kau kulihat sudah lebih dari polisi kata Arsad menirukan perkataan oknum tersebut.
Kanit tipiter polres sibolga yang ditemui Arsad yang sedang berada didalam kantin, Holmes ketaren kepada Arsad mengatakan bahwa dokumen kayu tersebut lengkap, tapi ketika saya tanyakan kalau dokumen kayu itu lengkap boleh diberikan sama kami foto copi dokumen tersebut, tapi pak kanit tipiter tidak menjawab saya kata Arsad.
GM Pelindo yang sedang berada di Medan dikonfirmasi wartawan melaui wahtsApp, terkait kayu yang sedang bongkar dipelabuhan iya itu milik PT. Teluk Nauli yang dibawa dari kepulauan Nias, “siapa dan perusahan apa tujuan kayu tersebut, Oleh GM pelindo melalui wahtsAppnya mengatakan, “untuk informasi tentang tugas fungsi pelindo, silahkan hubungi humas pelindo ibu Priska pada jam kerja ya pak, tidak semua informasi dimiliki oleh pelindo, tergantung bidang tugas nya pak, banyak intansi di pelabuhan yang mempunyai tugas pokok masing masing, demikian.
Salah seorang warga Sibolga yang kebetulan mendengar penuturan Arsad yang disebut dihambat oleh oknum petugas pelabuhan disaat hendak menjalankan tugasnya sebagai jurnalistik mengatakan “menjadi pertanyaan besar buat kita, kenapa wartawan dihalangi meliput?” ada apa di pelabuhan itu, seperti ada yang di sembunyikan, melibatkan oknum aparat lagi, hal ini perlu di pelajari dan dalami katanya. (Herbert Sitohang)