Nasional

Diramalkan Bursa Saham RI Bakal Bangkit di Semester II

SABISNIS.COM, Jakarta, – Ketidakpastian di pasar saham akibat dampak pandemic covid-19 membuat Indeks Harga Saham Gabungan masih terkoreksi 21,16% sejak awal tahun.

Ada peluang IHSG bangkit lagi di semester kedua dengan stimulus yang digelontorkan oleh pemerintah, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.

Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas, Friderica Widyasari Dewi merinci, gejolak yang terjadi di pasar saham mencerminkan tingginya ketidakpastian global. Terlihat dari arus dana keluar di pasar saham sejak awal tahun masih mencapai Rp 12 triliun.

Hal ini juga membuat nilai kapitalisasi pasar di bursa tergerus menjadi Rp 5.777 triliun dari sebelumnya di kisaran Rp 7.265 triliun.

“Dari sisi trading harian, rata-rata di tahun 2019 mencapai Rp 9,1 triliun per hari, saat ini turun menjadi Rp 7,3 triiun per hari. Ini belum menunjukkan kembali ke normal,” kata Friderica Widyasari, dalam diskusi virtual Jumat petang (3/7/2020).

Alhasil, penurunan nilai transaksi harian dan jual bersih investor asing ini mengerek laju IHSG terkoreksi 21,16% ke level 4.973,94.

Mengacu riset Danareksa Sekuritas, Kiki menjelaskan, penurunan IHSG terbagi dalam lima fase. Pertama, saat pengumuman kasus pertama virus Corona tipe baru di Wuhan, China, IHSG masih bergerak seperti biasa. Berikutnya IHSG terkoreksi saat dilaporkan kasus covid keluar dari China, tepatnya di Jepang dan AS.

Fase selanjutnya, saat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan virus Corona sebagai pandemi.
Di fase keempat atau fase yang paling parah saat Indonesia mulai mengumumkan kasus pertamanya, kala itu IHSG turun ke level 3.900.

Namun, pada saat ini, Kiki menyebut Indonesia sedang memasuki fase kelima menghadapi tatanan normal baru. Ia berharap, adanya stimulus dari pemerintah, OJK dan bank sentral bisa memacu pemulihan perekonomian nasional dan berdampak positif bagi pasar saham.

Pada masa era tatanan normal baru, Danareksa menyebut beberapa sektor masih memiliki peluang untuk tumbuh.
Sektor tersebut antara lain konsumer, telekomunikasi, emiten rokok, dan perusahaan menara.

Sisi lain, secara valuasi, banyak saham-saham yang memiliki fundamental cukup baik saat ini dilihat secara price to earnings ratio (PE) terbilang rendah, sehingga ada potensi kenaikan untuk berinvestasi di saham-saham tersebut.

“Di tengah pandemi yang uncertain, beberapa sektor justru bisa tahan dan menjadi sektor potensial. Secara valuasi memang sudah cukup rendah, jadi potensi untuk naik ada,” tuturnya. (Aer dan Dari Berbagai Sumber)

asep

Recent Posts

Sholat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban di Masjid Annur Villa Melia Ciater

SABISNIS.COM, BOGOR - Dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Adha, Masjid Annur Villa Melia Ciater,…

4 days ago

BRI Kebayoran Baru Dukung Kegiatan Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung RI

SABISNIS.COM, JAKARTA - Dalam rangka kegiatan Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung RI, BRI Cabang Kebayoran…

2 weeks ago

H.M.Hasbullah Rahmad,S.Pd.,M.Hum Minta Pemkot Depok Lakukan Pelebaran Jalan Sekitar Area Underpass Citayam

SABISNIS COMSahabat Bisnis Indonesia DEPOK,- H.M. Hasbullah Rahmad, S.Pd., M.Hum Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat,meminta…

3 weeks ago

BRI Luncurkan Kartu Debit Edisi Khusus FC Barcelona di CFD Sudirman

SABISNIS.COM - Jakarta, Minggu (27/4/2026) – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Jakarta Sudirman…

1 month ago

BRI Cabang Bursa Efek Gelar Grand Launching ICX di Hotel St. Regis Jakarta

SABISNIS.COM, Jakarta Selatan, 19 April 2026 – BRI Cabang Bursa Efek Indonesia, Sudirman, Jakarta Selatan…

1 month ago

Service Center Water Heater Solahart Murah dan Bergaransi Terdekat Di Jakarta bogor depok tangerang bekasi

Customer Service Water Heater Wika Solahart Murah Bergaransi Terdekat Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi Sahabat…

1 month ago