20 May 2024
Image default
KEUANGAN

BCA Gelar RUPS, Sahamnya Kembali Ke Rp 31.000

SABISNIS.COM, Jakarta – Dikutip dari Portal CNBC Indonesia, bahwa harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sudah kembali lagi ke level Rp 30.000/saham, level harga yang sempat dialami sebelum Indonesia dilanda pandemi Covid-19. Dalam 3 bulan terakhir, saham bank milik Grup Djarum ini sudah melesat 12,40%.

Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada penutupan perdagangan sesi I Kamis ini (9/7/2020), saham BBCA ditutup naik 0,16% di level Rp 31.050/saham dengan nilai transaksi hari ini Rp 193 miliar dan volume perdagangan 6,21 juta saham. Asing hari ini masuk Rp 42,32 miliar di pasar reguler.

Dalam sepekan terakhir, saham BBCA naik 5,79%, sebulan terakhir bertambah 9,33%, dan 3 bulan terakhir naik 12,40% dengan catatan beli beli bersih asing pada periode 3 bulan itu mencapai Rp 767 miliar di pasar reguler.

Saham BBCA ambles ke level terendah tahun ini yakni Rp 22.150/saham pada 23 Maret lalu, dan mencapai level tertinggi di awal tahun yakni Rp 34.375/saham pada 17 Januari silam.

Pada Kamis 30 Juli mendatang, manajemen BCA akan meminta persetujuan atas rancangan akuisisi saham PT Bank Rabobank International Indonesia (Rabobank Indonesia) dari Grup Rabobank oleh perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Dalam pengumumannya di media massa, bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI ini menyatakan RUPSLB tersebut akan dilaksanakan di Menara BCA, Grand Indonesia, Jakarta, pukul 10.00 WIB sampai selesai.

Agenda pertama yakni persetujuan atas rancangan akuisisi Rabobank oleh BCA.
“Dalam rapat akan diusulkan untuk menyetujui hal-hal yakni rencana akuisisi saham Rabobank Indonesia, rancangan akuisisi, dan konsep akta akuisisi dalam rangka akuisisi tersebut,” tulis manajemen BCA.

BCA telah mengakuisisi saham Rabobank Indonesia dari Grup Rabobank melalui perjanjian bersyarat pada 11 Desember 2019.
Perseroan menyiapkan dana Rp 500 miliar untuk mengakuisisi penuh saham Rabobank.

Melalui prospektus yang disampaikan perusahaan mengenai rencana akuisisi saham, BCA selaku entitas induk akan menggenggam kepemilikan 99,99% setara 3.719.069 saham.
Sedangkan sisanya akan dimiliki PT BCA Finance, anak usaha perseroan di bidang jasa pembiayaan mobil (multifinance).

Rencananya, BCA akan mengakuisisi Rabobank menggunakan dana yang bersumber dari laba ditahan perseroan.
Sepanjang 2019, BCA mencatat perolehan laba bersih Rp 28,6 triliun tumbuh 10,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F Haryn mengatakan, nilai akuisisi final akan berdasarkan laporan keuangan aktual pada saat tanggal penyelesaian transaksi.

Nilai akuisisi final akan mengacu kepada nilai ekuitas Rabobank yang telah disesuaikan (adjusted equity) lalu ditambah premium yang bersifat tetap sebesar US$ 20,5 juta (setara Rp 285 miliar, asumsi kurs Rp 13.900/US$).

“Sehingga saat ini, estimasi total nilai akuisisi adalah Rp 500 miliar. Nilai Rp 500 miliar ini adalah nilai keseluruhan, sudah termasuk premium US$ 20,5 juta,” kata Hera, dalam keterangannya, Selasa (9/6/2020).

Dia mengatakan, pertimbangan BCA untuk mencaplok Rabobank ialah karena bagi BCA langkah akuisisi ini untuk mendukung arsitektur perbankan Indonesia dan memberikan kontribusi bagi tercapainya konsolidasi perbankan nasional.

“Setelah penyelesaian rencana akuisisi, Rabobank akan memberi nilai tambah kepada BCA dan entitas anak, antara lain melalui rencana penggabungan dengan salah satu entitas anak BCA,” tulis manajemen BCA.

Sebagai informasi, dalam pengumuman resminya Desember lalu, BCA menyatakan nilai akuisisi Rabobank senilai Rp 397 miliar. (*)

Related posts

PT Ciputra Development Tbk Bagikan Dividen Rp148,3 Miliar

asep

Emiten Berkode Saham SIDO Semester I 2020 Mengalami Kenaikan Penjualan 3,5 Persen

asep

081807717776 RUMAH PETAK LELE 5 TERMURAH DI PAMULANG TANGERANG SELATAN

Tim Redaksi www.sabisnis.com

Leave a Comment